agus tian Seorang pria yang suka menceritakan pengalamannya mengenai, perkuliahan, kegiatan organisasi, dan juga pengalaman pribadi. saat ini menjadi admin di bondula.com

Matahari Ditahan (Terbenam) Karena Jihadnya di Jalan Allah

1 min read

kisah inspiratif islami

Setelah nabi Musa wafat, Nabi Yusha’ bin nun membawa bani Israil keluar dari padang pasir. Dia berjalan bersama Bani Israil menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai dikota jerica, yang termasuk diantara kota yang paling kokoh pintu gerbangnya, paling tinggi bangunannya, dan paling banyak bangunannya.

Nabi Yusha’ mengepung kota tersebut selama enam bulan lamanya. Suatu hari, mereka menyerbu ke dalam seraya meniup terompet dan meneriakan takbir secara serentak. Merka pun berhasil menghancurkan pagar pembatas kota, kemudian memasukinya, lalu mengambil harta rampasannya. Mereka juga memerangi sejumlah raja-raja(yang berkuasa) dan berhasil megalahkan sebelas raja dari raja-raja yang berkuasa di Syam. Pengepungan itu terus berlangsung hingga sampai dihari Jumat setelah Ashar. Maka tatkala matahari telah terbenam, dan akan tiba dihari Sabtu yang telah dijadikan hari raya untuk mereka (yang dihari itu mereka dilarang untuk berperang) dan mereka akan memasuki waktu itu (padahal mereka masi dalam keadaan berperang), Nabi Yusha berkata kepada matahari, “Engkau diperintahkan untuk beredar dan aku pun diperintah untuk menaklukan kota ini. Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam dulu”. Maka Allah menahan matahari agar tidak terbenam sampai dia berhasil menaklukan negeri itu dan memerintahkan bulan agar tidak menampakkan dirinya.

Dari Abu Huraira berkata, Belia Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya matahari tidak pernah ditahan untuk seorang manusia kecuali untuk Yusha’, Yakni pada malam-malah dia berjalan ke Baitul Maqdis (untuk Jihad). (Diriwayatkan oleh Ahmad dan sanadnya sesuai dengan syarat al-Bukhari).

Setelah Baitul Maqdis dapat diambil alih oleh Bani Israil, maka mereka hidup di sana dan di antara mereka ada Nabi Yusha yang memutuskan perkara diantara mereka dengan Kitab Allah yaitu Taurat, sampai Allah mewafatkannya pada usia seratus dua puluh tujuh tahun (127), dan masa hidupnya setelah wafatnya Nabi Musa adalah dua puluh tujuh tahun.

agus tian
agus tian Seorang pria yang suka menceritakan pengalamannya mengenai, perkuliahan, kegiatan organisasi, dan juga pengalaman pribadi. saat ini menjadi admin di bondula.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *