babang tampan Orang yang suka melihat hidup orang lain senang, jangan basa basi untuk berkomunikasi dengan saya, langsung pada intinya. Saya penulis dari makassar yang tak tau kunjung pulang ke kampung halaman

Corona Hampir Menghilangkan Sifat Seorang Manusia

1 min read

virus corona menghilangkan sifat manusia

bondula.com – Hari ini saya telah tiba di kampung halaman saya, yakni daerah Kabupaten Banggai. Pulang kampung adalah suatu momen yang paling banyak dinantikan oleh anak perantau, karena rindunya akan keluarga, kawan sekampung, dan juga menghirup udara segar gunung dikampung halaman. Namun kali ini saya akan membahas mengenai virus corona yang hampir menghilangkan sifat manusia itu sendiri.

Tentang virus corona yang hits trending

Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar mengenai virus corona, karena saya telah menjelaskan diartikel sebelumnya.

Saya tidak mau menyalahkan masyarakat, karena pikir saya mereka belum paham mengenai virus ini. Virus ini begitu viral apalagi didesa saya, banyak masyarakat yang ketakutan mengenai hal ini, padahal dari berbagai sumber yang telah saya baca, tingkat kematiannya hanya 3% saja.

Lantas mengapa virus ini sangat ditakuti saat sekarang.?

Virus ini ditakuti tidak lain karena media itu sendiri, entah dari media baca (koran), tontonan masyarakat (TV) maupun sosial media (fb | IG | twitter) saat ini. Begitu banyak media yang memberitakan hal yang terjadi, entah dari kematian bahkan status virus yang masi berupa rapid test sudah disebar luaskan. Dan apa yang terjadi.? masyarakat akhirnya ketakutan dengan informasi yang beredar.

Ada sedikit kisah di beberapa negara maju, seperti china, jepang, arab saudi, turki dan banyak lagi. Jika kalian membaca artikel dari seorang penulis prancis, beliau mengatakan, “virus corona tidaklah berbahaya, yang berbahaya adalah media, karena ketika media telah menyebarkan ketakutan, maka sistem imun yang terdapat di manusia akan menurun” dengan informasi yang beredar. Lantas bagaimana dengan negara yang saya sebutkan tadi,? Negara meraka tidak memberitakan hal yang menakutkan, bahkan mereka menyebarkan informasi kehidupan dan motivasi dari pada berita kematian yang notabene akan menakutkan masyarakat.

Agar kalian tahu, masyarakat tidak memperdulikan status seseorang yang terpapar virus corona, mereka hanya megetahui sebuah kalimat yang mudah dipahami yakni positif. Entah kalian masi rapid test (test awal) maupun swab test (test yang berlanjut), asalkan terdapat kalimat positif, maka kalian akan di anggap berbahaya dan akan mengancam kehidupan mereka.

Bagaimana, seram juga kan, saya yakin kalian akan di kucilkan ketika pulang kampung nanti, meskipun di daerah tempat rantau kalian telah melakukan karantina mandiri. Ingat bro/sis, jangan pernah salahkan mereka, mereka hanya penikmat informasi yang keliru, salahkan mereka yang penyebar ketakutan global.

babang tampan
babang tampan Orang yang suka melihat hidup orang lain senang, jangan basa basi untuk berkomunikasi dengan saya, langsung pada intinya. Saya penulis dari makassar yang tak tau kunjung pulang ke kampung halaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *